Ingatkah kamu, Timnas Indonesia U-19 pernah melambungkan hati kita semua. Lima tahun silam tepatnya. Pada 22 September 2013, Indonesia berhasil merebut gelar juara Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam melalui adu penalti.

Meskipun berbekal main di hadapan publik sendiri, yaitu di Stadion Gelora Deltra Sidoarjo, Indonesia tidak meraih kemenangan dengan mudah. Secara mental, Garuda Muda harus menghadapi lawan yang sama yang mengalahkan mereka saat fase grup. Namun, secara permainan malam itu, Indonesia patut berterima kasih kepada penjaga gawang Ravi Murdianto yang performanya menawan karena berhasil mematahkan sejumlah peluang lawan.

Pertandingan final selama 90 menit waktu normal¬†itu berakhir tanpa gol. Setelah perpanjangan waktu 2×15 menit, skor tidak juga berubah. Mau tidak mau, penentuan pun harus dilakukan melalui babak adu penalti. Saat itu, peluang Indonesia seakan menipis setelah kegagalan dua eksekusi beruntun oleh Evan Dimas dan Zulfiandi. Namun, Ravi dengan segenap kemampuannya berhasil membendung eksekusi kedua Vietnam melalui Tran Huu Dong Trieu dan eksekutor keempat, Nguyen Tuan Anh.

Akhirnya, pada kesempatan kesembilan, Pham Duc Huy gagal menunaikan tugas. Peluang ini pun tidak disia-siakan Ilham Udin Armaiyn sebagai penendang yang menentukan gelar Piala AFF U-19 untuk kali pertama dalam sejarah. Dan, momen itu benar-benar terjadi. Ilham Udin mengeksekusi pinalti dengan manis. Gol bersarang, Indonesia menang. Stadion Gelora Delta Sidoarjo bergemuruh. Nyanyian dilantunkan, kembang api dinyalakan. Heheh, memang, nostalgia itu menyenangkan, ya?

Beranjak lima tahun kemudian, generasi Timnas U-19 Indonesia mencoba mengulang momen spesial itu. Namun, kali ini, turnamennya lebih bergengsi: Piala AFC. Sebelum kita bahas performa Garuda Muda, tahukah kamu perbedaan AFF dan AFC? Tak perlu repot-repot mencari di tempat lain, ini dia ulasan perbedaannya secara ringkas.

AFF atau ASEAN Football Federation merupakan konfederasi sepak bola yang mencakup negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Peserta kompetisi AFF adalah negara ASEAN atau Association of South East Asian Nations. Negara ASEAN yang meliputi  Thailand, Filipina, Brunei, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. AFF menjadi salah satu bagian dari konfederasi yang lebih besar, yaitu AFC. AFC atau Konfederasi Sepak Bola Asia merupakan badan pengendali sepak bola di Asia. Jika AFF mencakup negara-negara di Asia Tenggara saja, AFC merupakan kompetisi sepak bola yang pesertanya mencakup negara-negara di benua Asia.

Tahun ini, Piala AFC U-19 kembali di gelar. Asa Indonesia tinggi mengingat jajaran skuat pemainnya terbilang mumpuni dan Indra Sjafri sebagai pelatihnya pun telah teruji berhasil mengantongi trofi pada gelaran AFF 5 tahun silam. Asa ini makin tumbuh setelah Garuda Muda berhasil memastikan diri di posisi dua grup A dan berhak melaju ke babak perempat final. Harapan Indonesia lolos Piala Dunia U-20 2019 pun tinggal butuh satu langkah lagi.

Sayangnya, perjuangan tim nasional sepak bola Indonesia U-19 di babak perempat final mesti dilalui dengan tidak mudah. Indonesia bertemu Jepang, sang juara bertahan. Setelah segenap upaya dilakukan, pada 28 Oktober 2018, skuat asuhan Indra Sjafri itu kalah 0-2 dari Jepang. Kekalahan itu tidak saja mengubur harapan Indonesia untuk memecahkan rekor pribadinya dengan tampil di semifinal. Akan tetapi, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan juga harus menutup rapat ambisi mereka untuk tampil di Piala Dunia U-20 2019 yang akan digelar di Polandia. Sebab, hanya empat semifinalis Piala AFC U-19 2018 sajalah yang berhak mewakili Asia pada ajang amat bergengsi itu.

Terlepas dari kegagalan itu, performa Garuda Muda patut diapresiasi. Jejak perjuangan mereka membuktikan bahwa mental anak-anak muda ini telah teruji. Dibabat 6 gol tak membuat nyali Timnas Indonesia menciut. Pada laga selanjutnya, mereka justru menjadikan kekalahan itu sebagai pemicu semangat untuk memenangkan pertandingan.

Itulah ulasan singkat tentang jadwal laga timnas Indonesia. Semoga penerus Garuda Muda U-19 selanjutnya menjadikan Piala AFC 2018 sebagai cambuk semangat untuk menampilkan yang terbaik pada turnamen-turnamen mendatang. Bangkit sepak bola Indonesia!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *